Pilih Bahasa

Serangga yang satu ini memang kerap meresahkan banyak orang, terutama bagi pemilik bangunan. Rayap merupakan serangga sosial (hidup berkelompok) yang dikenal juga dengan sebutan anai-anai atau semut putih. Rayap berkembang biak secara cepat dan masif, seperti umumnya serangga. Yang menjadi persoalan bukan saja pada perkembangbiakannya yang cepat, tapi lebih kepada makanan dan tempatnya bersarang.

Sudah terkenal bahwa rayap adalah pemakan kayu dan juga bersarang didalamnya. Dan kayu sendiri merupakan salah satu bahan bangunan yang masih banyak dipakai sampai sekarang. Sahabat Kalsi sudah bisa membayangkan kerugian yang akan ditimbulkan apabila dalam sebuah bangunan terdapat rayap kan?

Mari coba kita telaah kerugian apa saja yang ditimbulkan oleh rayap dalam sebuah bangunan. Indonesia yang terletak di iklim tropis, memang merupakan habitat yang ideal bagi rayap. Apalagi di musim pancaroba dari kemarau ke penghujan. Rayap memerlukan kayu sebagai makanan, salah satunya adalah karena mereka mendapatkan air dari mengekstrak kayu.

Selain itu, rayap tidak menyukai cahaya, sehingga mereka cenderung akan masuk kedalam tanah atau membuat sarang didalam kayu.

Bayangkan sebuah bangunan rumah konvensional yang komponennya banyak terbuat dari kayu. Seperti untuk rangka utama, rangka plafon, plafon, dan kusen. Lalu ditambah lagi beberapa furniture atau perabot kayu, yakni kursi, meja, serta lemari. Kemudian memasuki musim penghujan, rumah menjadi lebih lembap, dan kelembapan itu menjadikan kayu lebih lunak. Lalu datanglah rayap-rayap dari beragam spesies. Spesies yang terkenal paling merusak adalah Coptotermes, 90% kerusakan properti di Indonesia disebabkan olehnya.

Rayap akan menggerogoti kayu dari dalam maupun dari luar. Apabila ia menggerogoti dari dalam, maka akan lebih berbahaya. Sebab kerusakan pada awalnya tidak terlihat di permukaan, namun ternyata saat dicek kembali, bagian dalam perabot atau komponen bangunan telah rusak. Resiko bahaya dan kerugian tentunya sudah mengintai. Kalau masih perabot saja, mungkin kerugiannya cukup bisa diatasi. Tapi apabila kusen atau rangka kayu yang dirusak oleh rayap, maka bangunan bisa saja sewaktu-waktu rusak dan bahkan ambruk sebagian. Keselamatan yang menjadi resikonya.

Memang ada beberapa cara untuk dapat membasmi rayap, namun untuk resiko yang cukup besar, cara mengantisipasi yang paling efektif adalah dengan meminimalisir penggunaan kayu sebagai komponen atau perabot dalam bangunan. Kalsi, adalah pilihan tepat untuk menggantikan kayu dalam sebuah bangunan. Terbuat dari fiber semen (semen, serat selulosa, agregat), Kalsi jelas tahan rayap dan tahan terhadap kelembapan. Penggunaan autoclave dalam proses pembuatannya, membuat papan Kalsi stabil dan kuat.

Selain aman dari serangan rayap, Kalsi juga aman dari bahaya kesehatan yang mengintai, sebab Kalsi 100% bebas asbes. Satu lagi yang membuat Kalsi aman untuk digunakan adalah kemampuannya menahan atau tidak cepat menyebarkan nyala api. Dengan variasi ketebalan yang beragam, Sahabat Kalsi juga memiliki keleluasaan dalam memilih produk beserta aplikasinya.

Dengan semua kelebihan yang ada, tunggu apalagi? Ayo pakai Kalsi!

Solusi Inovatif, Cerdas & Efisien
100% Bebas Asbes
Konstruksi Ringan Berkelanjutan